PEMUPUKAN KELAPA SAWIT

Peningkatan kualitas produksi ikan makin digalakkan pemerintah guna
memenuhi kebutuhan protein hewani penduduk indonesia maupun negaranegara
lainnya, menambah pendapatan petani ikan dan pengembangan
agribisnis yang dapat memberikan pendapatan bagi negara maupun
masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan dalam peningkatan tersebut
adalah penyediaan benih ikan secara kontinyu. Kegiatan tersebut tidak dapat
terlepas dari faktor-faktor penunjang antara lain masalah pakan alami. Dalam
kegiatan budidaya ikan pakan alami merupakan salah satu elemen penting
yang tidak dapat diabaikan karena dengan adanya pakan alami di media
budidaya dapat memberi makanan bagi ikan yang dibudidayakan.
Sasaran utama untuk memenuhi tersedianya pakan adalah memproduksi
makanan alami secara masal, karena makanan alami mudah didapatkan dan
tersedia dalam jumlah yang banyak sehingga dapat menunjang kelangsungan
hidup larva selama budidaya ikan, mempunyai nilai nutrisi yang tinggi, mudah
dibudidayakan, memiliki ukuran yang sesuai dengan bukaan mulut larva,
memiliki pergerakan yang mampu memberikan rangsangan bagi ikan untuk
memangsanya serta memiliki kemampuan berkembang biak dengan cepat
dalam waktu yang relatif singkat dengan biaya pembudidayaan yang relatif
murah. Upaya untuk memperoleh persyaratan dan memenuhi makanan alami
yang baik adalah dengan melakukan kultur phytoplankton.
Dalam kultur phytoplankton ada dua tujuan, ialah monokultur dan kultur
murni. Bila hendak mengkultur phyoplankton sebagai makanan zooplanton
cukuplah membuat monokultur, misalnya sebagai makanan untuk Brachionus
plicatilis atau untuk pakan ikan yang masih berukuran larva. Tetapi bila kultur
phytoplankton untuk keperluan genetika, fisiologi atau siklus hidup harus
dilakukan kultur murni, artinya dalam kultur phytoplanton harus bebas dari
jenis plankton atau bakteri lain dalam media (Sachlan, 1982 dalam Hany
handayani 2006).
Untuk menyediakan makanan dalam jumlah yang cukup, tepat waktu
dan berkesinambungan, pengetahuan tentang teknik kultur murni
phytoplankton yang baik mutlak diketahui oleh mereka yang bergerak di
bidang usaha perikanan baik dalam skala besar maupun kecil. Mengingat
pentingnya pakan alami tersebut sebagai salah satu faktor penentu
keberhasilan usaha pembenihan atau pembesaran ikan dan udang, maka
penulis berpendapat perlu dilakukan pengamatan kultur phytoplankton secara
intensif untuk memperkaya pengetahuan dalam rangka sumbangsih ilmu
pengetahuan di bidang perikanan .
Spirulina platensis merupakan salah satu mikroalga yang bersifat
kosmalit yang dapat dibudidayakan pada medium yang berbeda. Penumbuhan
Spirulina platensis memerlukan ketersediaan unsur hara yang dapat berasal
dari bahan kimia maupun larutan hasil pembusukan atau limbah.
Limbah industri tahu merupakan salah satu limbah industri yang belum
banyak dimanfaatkan oleh masyarakat, sedangkan limbah tersebut
diperkirakan masih banyak mengadung unsur hara yang dapat dimanfaatkan
untuk kegiatan budidaya dari jenis tanaman mikroalga terutama Spirulina
platensis. Limbah cair tahu tersebut dapat dijadikan alternatif baru yang
digunakan sebagai pupuk sebab di dalam limbah cair tahu tersebut memiliki
ketersediaan nutrisi yang dibutuhkan oleh Spirulina platensis.
DI SINI SELENGKAPNYA

Reaksi: 

0 komentar:

Poskan Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
SINGKIL, NAD, Indonesia
SAYA ORANGNNYA SIMPLE DAN SELALU TERTARIK DENGAN HAL - HAL YANG BERBAU TEKNOLOGI DAN ILMU PENGTAHUAN. DAN SAYA TIDAK SUKA DENGAN KEKERASAN SERTA KEKEJAMAN. YANG PENTING MENURUT SAYA DAMAI ITU INDAH....