PEMUPUKAN KELAPA SAWIT

Selasa, 19 Januari 2010

Diposkan oleh MANDALA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang
Ikan hias air tawar merupakan komoditas perikanan air tawar yang saat ini banyak menghasilkan devisa. Nilai ekspornya sangat besar dan cenderung meningkat dari tahu ketahun. Setiap bulannya ada sekitar 10 juta ekor ikan hias air tawar yang diekspor ke manca Negara.
Saat ini ada ratusan jenis ikan air tawar dari berbagai pelosok dunia keluar masuk Indonesia dan hampir 90 % nya merupakan ikan lokal maupun introduksi. Indonesia memang sangat beruntung karena memiliki iklim tropis sehingga ada berbagai jenis ikan hias yang dapat dibudidayakan.
Permintaan pasar ikan hias air tawar semakin meningkat, sehingga para pembudidaya banyak meminati ikan hias air tawar sebagai peluang. Selain itu iklim di Indonesia yang sangat cocok untuk membudidayakan ikan hias air tawar yaitu iklim tropis dan memungkinkan dapat bereproduksi sepanjang tahun. Sumber daya alam pun yang mendukung yaitu lahan yang masih luas, sumber air melimpah, dan pakan alami yang masih cukup banyak. Demikian pula dengan banyaknya penduduk Indonesia masih memungkinkan masuknya banyak tenaga kerja dalam sektor ini. Pembudidayaannya tentu tidak terlalu sulit karena didukung oleh iklim Indonesia yang sesuai agar dapat berhasil dalam membudidayakan ikan hias, diperlukan pengetahuam tentang tingkah laku ikan, pakan serta beberapa faktor lain.
Salah satu ikan hias air tawar yang banyak diminati yaitu ikan Zebra ( Brachidanio rerio ) yang berasal dari Myanmar, India, dan Srilangka. Dan memiliki ciri khas garis horizontal perak dan biru dari badan sampai kesirip-siripnya. Dan memiliki ukuran tubuh maksimal 5 cm. Cara budidayanya juga tidak terlalu rumit, dan ikan jenis ini juga sudah dapat ditransgenik pigmen dan sebagai obat mata yaitu dapat menyembuhkan retina mata dengan cara pengambilan sel-selnya. Maka dari itulah banyak konsumen yang berminat pada ikan zebra ini.


1.2. Tujuan
Adapun tujuan dari makalah ini yaitu :
1. Dapat mengetahui cara budidaya ikan Zebra (Brachidanio rerio ).
2. Dapat mengetahui sifat telur ikan Zebra ( Brachidanio rerio )
3. Dapat mengetahui cirri-ciri jantan dan betina ikan Zebra ( Brachidanio rerio )


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Sistematika ikan Zebra
Menurut Pinus Lingga dan Heru Susanto ( 1986 ),
Ordo : Ostariophysoidei
Sub Ordo : Cyprinoidea
Famili : Cyprinidae
Genus : Brachydanio
Spesies : Brachydanio rerio
Asal : Perairan Coromandel, Calcuta sampai Massulipatam, timur india.
Nama inggris : Zebra, Zebra danio, Striped danio.

2.2. Ciri dan jenis
Meski ikan hias ini dinamai zebra, jangan langsung beranggapan komposisi warna tubuhnya seperti kuda zebra. Warna dasar zebra hijau kecoklatan dengan garis-garis kontras melintang ditubuhnya dari leher sampai sirip. Garis yang berwarna biru ini ada tiga buah dan warna yang sama ini terdapat pula pada sirip anusnya. Sedangkan warna perutnya putih kekuningan. Panjang tubuh maksimal 5 cm.
Dikalangan pembudidaya dan penggemar ikan hias dikenal berbagai jenis ikan zebra antara lain ; zebra rintik, zebra biasa, zebra albino, dan zebra slayar.

2.3. Sifat-sifat
Ikan zebra lazimnya ditemukan tumbuh dan berkembang pada perairan yang mengalir. Oleh Karena itu kalau ia dipelihara dalam aquarium atau bak pemeliharaan air terlihat amat gesit dan lincah. Begitu lincahnya ada kesan si zebra ini amat liar padahal didalam aquarium ia hidup amat tentram dengan ikan jenis lain meski tidak seukuran dengan dia.
Sifat yang menerik dari zebra jika ia ditaruh dalam jumlah yang banyak didalam aquarium, mereka suka membentuk barisan. Lebih dari itu meski kesan mereka terlihat liar tetapi amat mudah ditangkap. Dengan membuat suara kecipak air sekitarnya, dengan ramai-ramai ikan ini berbondong-bondong mendekat dan saat itulah mereka bisa diserok dengan mudah.
Mereka juga dikenal amat rakus makan. Jika ia diberi makanan jentik nyamuk atau cacing merah dalam sekejap akan ludes dilahapnya. Tempat pemeliharaan yang digemarinya hendak diberi tanaman air. Karena ia bergerak cukup gesit maka sebaiknya dalam aquarium disediakan ruang kosong.

2.4. Tempat pemijahan
Tempat pemijahan bagi ikan zebra sama dengan ikan hias lainnya yaitu bisa aquarium dan bak semen.
 Bak semen yang digunakan berukuran 1 x 1 m. Kedalaman 25-30 cm ( pemijahan massal ).
 Aquarium ukuran 20 x 20 cm. Kedalaman 40 cm ( pemijahan secara berpasangan ).
 Yang diperlukan air jernih yang bersumber dari sumur atau ledeng, dengan ketentuan diendapkan dulu, pH 6,5 - 7,5 dengan suhu 20 - 24°C.
 Untuk tenpat menempelkan telur tidak ada masalah karena ikan zebra adalah ikan yang menghamburkan telurnya didasar aquarium atau bak pemijahan. Agar tercipta suasana nyaman bagi pasangan itu memijah sebaiknya dasar aquarium diberi batu-batu kecil yang sudah dibersihkan dan tumbuhan ganggang ( hydrilla ), sementara dipermukaan taruhlah tanaman air yang mengapung.
2.5. Memilih induk
Sebelum memilih induk yang siap memijah, sebelumnya harus diketahui dulu mana jantan dan betina. Perbedaan kalamin ini bisa dilihat dari ; induk jantan memiliki bentuk badan lebih kuning, sementara betina biasanya berwarna kusam dan badannya lebih besar dari pada jantan / tegap.
Umur induk yang siap dipijahkan kurang lebih berusia 7 bulan dengan panjang 4 cm. Induk-induk ini sebelum memijah sebaiknya diberi makanan bergizi yang kadar lemaknya sedikit, misalnya jentik nyamuk.



2.6. Pemijahan
Pasangan induk yang telah diseleksi di masukkan kedalam tempat pemijahan. Untuk ukuran bak diatas cukup memadai menampung 20 pasang induk zebra. Sedangkan untuk aquarium diatas untuk sepasang induk. Tinggi air dalam pemijahan ini antara 15-20 cm.
Bagi yang memijahkan zebra rajin-rajinlah memperhatikan dasar tempat pemijahan. Biasanya telur-telur mereka akan berserakan disitu. Kalau telur itu telah nampak, segera ungsikan si induk guna menyelamatkan telur-telur itu dari gangguan sang induk yang bersifat masa bodoh terhadap telurnya.
Untuk mengatasi gangguan induk ini ada pula yang menempuh pemijahan dengan cara lain yang tidak jauh berbeda. Pasangan induk dibuatkan kurungan dari kasa nyamuk ( terbuat dari nilon ) berbentuk segi empat yang ukurannya di sesuaikan dengan kebutuhan. Kurungan ini ditaruh dalam tempat pemijahan ( aquarium ) dengan cara menaruh lebih dulu pot-pot kecil didasar aquarium untuk mengganjal kurungan ini sehingga tidak menempel di dasar aquarium tetapi diberi jarak 5-10 cm. Induk betina dapat menghasilkan 500 lebih telur dan akan menetas setelah 2 hari.
Kurungan yang berisi induk ini harus tenggelam dalam tempat pemijahan yang ketinggian airnya 20 cm. Tujuan dari pemijahan seperti ini adalah untuk mencegah gangguan induk terhadap telur. Sebab dengan cara ini telur-telur yang telah dibuahi akan jatuh kedasar aquarium sementara pasangan induk tetap didalam kurungan. Selesai pemijahan kurungan diangkat dan induk ditempatkan di dalam kolam lain untuk dirawat lebih lanjut.

2.7. Pembesaran
Setelah empat hari telur-telur ini akan berubah menjadi burayak yang masih lembut. Umur tiga hari setelah menetas, burayak sudah bisa diberi makan yang sesuai dengan ukuran mulutnya yaitu rotifer menyusul kemudian kutu air ( moina, cyclop ). Untuk mendapatkan pertumbuhan badan yang pesat burayak diberi makanan berupa cacing sutera.
Bagian yang penting dalam perawatan ini, air dalam bak atau aquarium harus diganti setiap tiga hari sekali dengan cara menyedot 1/5 - 2/3 bagian lalu menggantinya dengan air segar. Untuk lebih menjamin kehidupan larva ini dari gangguan penyakit, maka tidak ada salahnya jika kedalam bak burayak itu dibutuhkan 2 tetes larutan 5 % Metheline Blue.
Sebulan kemudian, burayak ini sudah bisa dibagi-bagi untuk mendapatkan ruangan yang lebih luas atau sudah pula bisa dijual. Tetapi paling ideal ia dijual saat berukuran M yaitu umur 3 bulan, atau kalau masih mau manahannya sampai ukuran L, silahkan karena harga satuannya lebih mahal, terlebih dia menjualnya dalam bentuk pasangan induk yang siap pijah (matang gonad).




BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Persiapan wadah
Wadah untuk pemeliharaan ikan hias air tawar sangat beragam dan dapat disesuaikan dengan lahan yang ada. Wadah tersebut dapat berupa kolam, bak semen, akuarium, dan bak fiber glass. Bahkan ada juga para petani yang memelihara dalam botol-botol bekas air mineral. Namun, apapun jenis wadahnya, tentunya harus dapat menampung air dan bahannya tidak membahayakan atau meracuni ikan.

- Kolam atau bak semen
Ukuran kolam atau bak semen sangat bervariasi, tidak ada ketentuan yang mengatur ukuran maupun bentuknya. Pada umumnya kolam atau bak semen yang digunakan dalam pemijahan dan pemeliharaan ikan hias yaitu berukuran 1 x 1 m sampai 2 x 3 m. Kedalamannya pun sangan bervariasi dari 25 - 40 cm.
Kedalaman kolam yang relatif dangkal memiliki keuntungan, yaitu difusi oksigen dan sinar matahari dapat masuk sampai kedasar kolam serta hemat air. Dan jika panas terik ikan dalam kolam perlu diberi berupa atap dan tanaman air.

- Akuarium
Dibanding bak atau kolam, pemijahan dan pemeliharan ikan di akuarium paling baik karena ikan dan kualitas airnya dapat dikontrol secara teliti. Hanya saja daya tanpung akuarium tidak sebanyak kolam atau bak. Penggunaan akuarium paling baik untuk pemijahan dan pemeliharan benih. Ini disebabkan karena akuarium mudah dibersihkan tanpa takut ikan akan ikut terbuang atau tergangu walaupun masih kecil.
Ukuran akuarium yang digunakan sangat bervariasi. Namun, ukuran yang umumnya dipakai adalah 100 x 40 x 40 cm atau 90 x 40 x 35 cm. Ketebalan kaca akuarium sekitar 5 mm. Untuk pemijahan dan penetasan telur ikan zebra, ukuran akuariumnya cukup 20 x 20 x 20 cm atau 20 x 20 x 25 cm dengan ketebalan kaca 3 mm.


3.2 Perawatan dan pengelolaan induk
- Wadah pemijahan
Dalam perawatan dan pengelolaan induk, wadah yang digunakan sangat tergantung pada jenis dan sifat ikan yang dipelihara yaitu jika pada ikan hias zebra bisa menggunakan akuarium dengan ukuran 20 x 20 x 20 cm. Dengan ketedalan 3 mm dan tinggi air 10 cm.
- Sarang
Persiapan sarang disesuaikan dengan jenis ikan dan sifat telurnya. Pada kan hias zebra sifat telurnya yaitu berserakan didasar kolam oleh sebab itu diperlukan sarang untuk melindungi tlur dasri induk gar tidak dimakan. Sarang adalah merupakan tempat menempelnya telur ikan. Dalam pemijahan ikan hias zebra sarang yang digunakan dapat berupa tanaman air, yaitu jenis tanaman air dasar seperti ganggang ( hydrilla).
- Kualitas air
Induk dapat berpijah dengan baik jika kualitas air tetap prima dan bersih. Air yang prima menyebabkan telur tidak terkontaminasi dengan kotoran yang dapat nenghambat penetasannya. Agar kualitas air tetap prima, penggantian air harus secara rutin dilakukan dengan hati-hati jangan sampai menganggu induk. Kualitaas air yang dibutuhkan dalam pemijahan induk ikan hias zebra adalah : Suhu 25 – 27 oC, Keasaman (pH) sedikit asam sampai netral 6,5 – 7,0 dan kekerasan antara 6 – 8o dH.
- Kepadatan induk
Kepadatan induk dalam wadah pemeliharaan harus memadai agar ikan hias terhindar dari stres. Stres padsa ikan dapat mengurangi produksi dan kualitas induk. Menentukan perbandingan induk jantan dan betina pada saat ikan hias tersebut akan memijah. Perbandingan ikan hias zebra jantan dasn betina yaitu 2 : 1 dan dapat dilakukan secara massal. Jumlah induk dalam setiap wadah berukuran 1 m2 dapat diisi sekitar 200 ekor.
- Pemeliharaan induk
Pemeliharaan induk jantan dan betina perlu diperhatikan, sebelum dipijahkan induk jantan dasn betina seharusnya dipelihara terpisah. Nanti setelah induk betina tampak bener-bener sudah penuh telur (gendut) barulah dicampurkan dengan induk jantan.
- Pemberian pakan
Untuk menghasilkan benih-benih yang berkualitas baik maka pakan induk harus diperhatikan sesuai dengan kebutuhannya, untuk pakan induk yang baik adalah cacing sutra atau cacing darah (bloodworm) dengan rasio pemberian 3 kali sehari pemberian sampai kenyang (etlibithum). Pakan larva pertama dapat berupa artemia, rotifera atau infusoria. Sementara kutu air dapat diberikan sesudah larva berumur 3 – 4 hari.
3.3 Seleksi induk
Sebelum memilih induk yang siap memijah, sebelumnya harus diketahui dulu mana jantan dan betina. Perbedaan kalamin ini bisa dilihat dari ; induk jantan memiliki bentuk badan lebih kuning, sementara betina biasanya berwarna kusam dan badannya lebih besar dari pada jantan / tegap.
Umur induk yang siap dipijahkan kurang lebih berusia 7 bulan dengan panjang 4 cm. Induk-induk ini sebelum memijah sebaiknya diberi makanan bergizi yang kadar lemaknya sedikit, misalnya jentik nyamuk.

3.4 Pemijahan
3.5 Pemanenan telur
Telur yang sudah terbuahi harus segera diambil atau induknya segera dipindahkan. Agar lebih mudah dipindahkan, dapat pula induknya diletakkan pada jaring didalam kolam. Dengan cara ini telur akan jatuh kedasar kolam. Dengan cara ini telur akan jatuh kedasar kolam. Bila sudah selesai memijah, jaring bersama induknya diangkat.

3.6 Penetasan telur
Kolam dapat diberi arasi kecil dari pompa udara (blower). Telur yang sudah terbuahi tersebut akan menetas setelah 24 jam dan larvanya akan mulai berenang aktif setelah berumur 2 hari menetas.

3.7 Perawatan larva
Pergantian air pada pemeliharaan larva dapat dilakukan setelah larva brenang atau setelah berumur sekitar 7 hari. Peergantian air ini harus dilkukan secara hati-hati dengan jumlah seprohnya atau sepertigannya saja. Bila diganti total akan cepat stres karna terjadi perubahan air secara tiba-tiba. Frekuensi pergantian air setiap 3 hari sekali.

3.8 Pengendalian hama dan penyakit
Pada umunya penyakit yang sering menyerang pada ikan hias danio adalah jenis (white spot) atau bitik putih, ciri-ciri ikan tersebut terserang yaitu terdapatnya bintik-bintik putih yang menempel pada tubuh ikan tersebut. Penyakit white spot atau bintik putih ini biasanya timbul karna kualitas air yang buruk. Unuk pengobtnnya dilakukn dng n cara ikan yang sakit diendam dngan lrutan formalin 0,025 ml per liter selama 12 – 24 jam. stelah direndam, ikan dimasukkan kembli keair bersih sedangkan prendaman ikan dalam methilin blue (MB) sebanyak 0,7 – 1 ,0 mg per liter selama 24 jam dapat membantu menghilangkan parsit ini bila keadaannya belum parah. Dapat juga dilakukan dengan perendaman dalam larutan garam dapur (NaCl) 4 gr per liter selama 5 – 10 menit.
3.9 Pemanenan





BAB IV
PENUTUP



1. Ikan hias zebra merupakan ikan yang bersifat omnivora tetapi senang pakan alami seperti kutu air karna hidupnya dikolan air.
2. Daya tarik ikan ini terletak pda garis-garis horizontal putih perak dan biru dibadan sampai ke sirip-iripnya.
3. Antara betina dan jantan dapat dibedakan setelah dewasa.
4. Pada betina terdapat garis biru didarah dubur sedangkan pada jantan kuning emas.
5. Telur ikan zebra ini tidak melekat tetapi berserakan didasar kolam.
6. Pada saat memijah jantan akn mengejar betina dan betinanya akan menjatuhkan telur-telurnya ke dalam air. Pada saat itu, jantan akan dengan cepat membuahi telur-telur tersebut. Setelah selesai memijah, jantan akan berhenti mengejar betina.

Reaksi: 

1 komentar:

Ghevira Aureilla mengatakan...

Gitu ya

Poskan Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
SINGKIL, NAD, Indonesia
SAYA ORANGNNYA SIMPLE DAN SELALU TERTARIK DENGAN HAL - HAL YANG BERBAU TEKNOLOGI DAN ILMU PENGTAHUAN. DAN SAYA TIDAK SUKA DENGAN KEKERASAN SERTA KEKEJAMAN. YANG PENTING MENURUT SAYA DAMAI ITU INDAH....