PEMUPUKAN KELAPA SAWIT

Sabtu, 29 Agustus 2009

Diposkan oleh MANDALA

BAB 1. PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
Sumber daya alam dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat dengan tetap memperhatikan kelestarian fungsi lingkungan hidupnya. Dengan demikian sumber daya alam memiliki peran ganda, yaitu sebagai modal pertumbuhan ekonomi (resource based economy) dan sekaligus sebagai penopang sistem kehidupan (life support system). Hingga saat ini, sumber daya alam sangat berperan sebagai tulang punggung perekonomian nasional, dan masih akan diandalkan dalam jangka menengah. Namun di lain pihak, kebijakan ekonomi yang lebih berpihak pada pertumbuhan jangka pendek telah memicu pola produksi dan konsumsi yang agresif, eksploitatif, dan ekspansif sehingga daya dukung dan fungsi lingkungan hidupnya semakin menurun, bahkan mengarah pada kondisi yang mengkhawatirkan.
Pada saat sekarang ini banyak kerusakan alam yang terjadi seperti halnya penggundulan hutan akibat dari illegal logging dan penebangan yang tidak bertanggung jawab. Pemanasan global tidak hanya diakibatkan oleh penebangan hutan yang tidak bertanggung jawab saja. Selain dari itu rusaknya terumbu karang juga merupakan dampak yang sangat besat terhadap pemanasan global yang ada di bumi ini.
Di dalam makalah ini akan kita bahas tentang besarnya kerusakan terumbu karang yang terjadi di Indonesia, dampak yang diakibatkan oleh kerusakan terumbu karang tersebut dan bagaimana cara untuk memperbaikinya yang mendasarkan pada asas partisipasi, transparansi, dan akuntabilitas yang mendorong upaya perbaikan pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian fungsi lingkungan hidup.


B.Tujuan
Membagikan informasi tentang pengaruh buruk yang diakibatkan oleh kerusakan terumbu karang.
Mendiskusikan bagaimana cara yang terbaik untuk mengendalikan kerusakan terumbu karang tersebut.
Sebagai persyaratan akademik.


BAB 2. PEMBAHASAN

A.Terumbu karang di Indonesia.
Diperkirakan, luas terumbu karang di dunia mencapai 284,300 km2. Terumbu karang dan ekosistem lain yang terkait, seperti padang lamun, rumput laut dan mangove adalah ekosistem laut terkaya di dunia. Indonesia mempunyai sekitar 18% terumbu karang dunia, dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia (dengan lebih dari 18% terumbu karang dunia, serta lebih dari 2500 jenis ikan, 590 jenis karang batu, 2500 jenis Moluska, dan 1500 jenis udang-udangan). Terumbu karang di Indonesia memberikan keuntungan pendapatan sebesar US$1,6 milyar/tahun. Nilai keseluruhan pelayanan dan sumber dayanya sendiri diperkirakan mencapai setidaknya US$ 61,9 milyar/tahun. (UNEP, 2008)
Terumbu karang adalah struktur hidup yang terbesar dan tertua di dunia. Untuk sampai ke kondisi yang sekarang, terumbu karang membutuhkan waktu berjuta tahun. Tergantung dari jenis, dan kondisi perairannya, terumbu karang umumnya hanya tumbuh beberapa mm saja per tahunnya. Yang ada di perairan Indonesia saat ini paling tidak mulai terbentuk sejak 450 juta tahun silam.
Terdapat ribuan spesies yang hidup di kawasan terumbu karang. Namun hanya sebagian yang menghasilkan kalsium karbonat pembentuk terumbu. Organisme pembentuk terumbu yang terpenting adalah hewan karang.
Karang adalah bentukan hewan kecil yang hidup dalam semacam cawan yang terbentuk dari kalsium karbonat (lihat gambar) yang biasa disebut polip karang. Jutaan polip-polip ini membentuk struktur dasar dari terumbu karang.
Hewan karang hidup bersimbiosa dengan alga bersel satu yang disebut zooxanthellae. Zooxanthellae merupakan jenis alga dinoflagelata berwana coklat dan kuning, yang dinyatakan sebagai Symbiodinium microadriaticum. Alga ini juga hidup bersimbiosis dengan hewan-hewan lain di terumbu karang, seperti, kima raksasa (Tridacna spp), anemon laut dan coelentrata lainnya.
Hewan karang mempunyai tentakel (tangan-tangan) untuk menangkap plankton sebagai sumber makanannya, Namun, sumber nutrisi utama hewan karang sebenarnya berasal dari proses fotosintesa zooxanthellae (hampir 98%). Selain itu, zooxanthellae memberi warna pada hewan karang yang sebenarnya hampir transparan. Sebagai timbal balik, karang menyediakan tempat tinggal dan berlindung bagi sang alga.
1. Kondisi favorit untuk pertumbuhan optimal terumbu karang
Terumbu karang dapat tumbuh dengan baik di perairan laut dengan suhu 21° - 29° C. Masih dapat tumbuh pada suhu diatas dan dibawah kisaran suhu tersebut, tetapi pertumbuhannya akan sangat lambat. Karena itulah terumbu karang banyak ditemukan di perairan tropis seperti Indonesia dan juga di daerah sub tropis yang dilewari aliran arus hangat dari daerah tropis seperti Florida, Amerika Serikat dan bagian selatan Jepang.
Karang membutuhkan perairan dangkal dan bersih yang dapat ditembus cahaya matahari yang digunakan oleh zooxanthellae untuk berfotosintesis. Pertumbuhan karang pembentuk terumbu pada kedalaman 18 - 29 m sangat lambat tetapi masih ditemukan hingga kedalaman iebih dari 90 m.
Karang memerlukan salinitas yang tinggi untuk tumbuh, oleh karena itu, di sekitar mulut sungai atau pantai atau sekitar pemukiman penduduk akan lambat karena karang membutuhkan perairan yang kadar garamnya sesuai untuk hidup.
2. Penyebaran Terumbu Karang
Sebagian besar terumbu karang dunia (55%) terdapat Indonesia, Pilipina, Australia Utara dan Kepulauan Pasifik, 30% di Lautan Hindia dan Laut Merah. 14% di Karibia dan 1% di Atlantik Utara.
Terumbu karang Indonesia yang mencapai 60.000 km2 luasnya, sebagian besar berada di Indonesia bagian tengah, Sulawesi, Bali dan Lombok, Irian Jaya, Pulau Jawa, Kepulauan Riau dan pantai Barat Sumatera.

3. Fungsi Terumbu karang
•Pelindung ekosistem pantai
Terumbu karang akan menahan dan memecah energi gelombang sehingga mencegah terjadinya abrasi dan kerusakan di sekitarnya.
•Rumah bagi banyak jenis mahluk hidup di laut
Terumbu karang bagaikan oase di padang pasir untuk lautan. Karenanya banyak hewan dan tanaman yang berkumpul di sini untuk mencari makan, memijah, membesarkan anaknya, dan berlindung. Bagi manusia, ini artinya terumbu karng mempunyai potensial perikanan yang sangat besar, baik untuk sumber makanan maupun mata pencaharian mereka. Diperkirakan, terumbu karang yang sehat dapat menghasilkan 25 ton ikan per tahunnya. Sekitar 300 juta orang di dunia menggantungkan nafkahnya pada terumbu karang.
•Sumber Obat-obatan
Pada terumbu karang banyak terdapat bahan-bahan kimia yang diperkirakan bisa menjadi obat bagi manusia. Saat ini banyak penelitian mengenai bahan-bahan kimia tersebut untuk dipergunakan untuk mengobati berbagai manusia
•Objek Wisata
Terumbu karang yang bagus akan menarik minat wisatawan sehingga meyediakan alternatif pendapatan bagi masyarakat sekitar. Diperkirakan sekitra 20 juta penyelam , menyelam dan menikmati terumbu karang per tahun.
•Daerah Penelitian
Penelitian akan menghasilkan informasi penting dan akurat sebagai dasar pengelolaan yang lebih baik. Selain itu, masih banyak jenis ikan dan organisme laut serta zat-zat yang terdapat di kawasan terumbu karang yang belum pernah diketahui manusia sehingga perlu penelitian yang lebih intensif untuk mengetahui ‘misteri’ laut tersebut.
•Mempunyai nilai spiritual
Bagi banyak masyarakat, laut adalah daerah spiritual yang sangat penting, Laut yang terjaga karena terumbu karang yang baik tentunya mendukung kekayaan spiritual ini.
4. Kondisi terumbu karang
Reef at Risk (2002) menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan status terumbu karang yang paling terancam. Selama 50 tahun terakhir, proporsi penurunan kondisi terumbu karang Indonesia telah meningkat dari 10% menjadi 50%. Lebih lanjut, hasil survey P2O LIPI (2006) menyebutkan bahwa hanya 5,23% terumbu karang di Indonesia yang berada di dalam kondisi yang sangat baik.
Karang membutuhkan perairan dangkal dan bersih yang dapat ditembus cahaya matahari yang digunakan oleh zooxanthellae untuk berfotosintesis. Pertumbuhan karang pembentuk terumbu pada kedalaman 18 - 29 m sangat lambat tetapi masih ditemukan hingga kedalaman iebih dari 90 m.
Karang memerlukan salinitas yang tinggi untuk tumbuh, oleh karena itu, di sekitar mulut sungai atau pantai atau sekitar pemukiman penduduk akan lambat karena karang membutuhkan perairan yang kadar garamnya sesuai untuk hidup.

Ancaman utama yang tercatat adalah: pembangunan daerah pesisir, polusi laut, sedimentasi dan pencemaran dari darat, overfishing (penangkapan ikan berlebih), destruktif fishing (penangkapan ikan dengan cara merusak), dan pemutihan karang.
Untuk mengatasi tantangan ini, kita semua perlu bekerja bersama. Dan terlibat dalam konservasi bisa dimulai dari hal yang sangat mudah, dan tidak njelimet. Mulai dari hal-hal simple yang bisa kita lakukan sendiri, bergabung dengan gerakan-gerakan sukarela, atau dengan terlibat langsung di kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan konservasi
Banyak juga sebenarnya inisiatif dan upaya-upaya yang cukup komprehensif untuk konservasi, yang sudah dilakukan banyak pihak yang bisa menginspirasi kita semua.
B.Penyebab kerusakan terumbu karang.
Kerusakan terumbu karang ini disebabkan oleh dua hal yaitu proses secara alami dan adanya kegiatan manusia. Kerusakan yang disebabkan dari proses alami adalah adanya blooming predator bintang laut dan mahkota berduri. Sedangkan penyebab kerusakan terumbu karang yang kedua adalah diakibatkan oleh adanya kegiatan manusia yang secara langsung maupu tidak langsung merusak terumbu karang, perusakan terumbu karang secara tidak langsung seperti penebangan hutan yang tidak bertanggung jawab yang mengakibatkan banjir dan longsor hingga terjadi sedimentasi di laut. Selain itu pembuangan limbah keluarga ke laut juga berakibat buruk bagi kelangsungan hidup biota laut dan terumbunya, dimana limbah keluarga seperti plastik yang transparan yang terbawa ke laut akan di kira ubur-ubur oleh penyu dan akhirnya di makan. Sedangkan kerusakan yang secara langsung seperti penangkapan ikan dengan bahan peledak dan bahan beracun, penggalian karang untuk batu kapur dan adanya kegiatan wisata pantai.

Gejala penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak dan bahan beracun semakin meningkat pada lima tahun terakhir yang disebabkan oleh kesalahan persepsi dalam reformasi dan juga lemahnya penegakan hukum yang ada di Negara kita ini. Gambar 1 dan 2 adalah contoh kerusakan terumbu karang akibat penggunaan bahan peledak dan bahan beracun.

Terlepas dari sejumlah faktor kerusakan terumbu karang tersebut, menurut Leffy Hernulena (FIFI) Konsultan Pendamping daerah untuk Coremap II Sumbar, kerusakan terumbu karang kebanyakan disebabkan minimnya pengetahuan nelayan tentang fungsi dan gunanya terumbu karang.

C.Dampak yang diakibatkan kerusakan terumbu karang.
Terumbu karang atau koral seluas 75 ribu kilometer persegi yang merupakan rumah-rumah ikan di perairan Indonesia kini rusak parah akibat tangan-tangan manusia tak bertanggung jawab. Penyebabnya adalah penangkapan ikan menggunakan bom dan pencabutan terumbu karang untuk hiasan aquarium. Padahal, keberadaan terumbu karang dapat mengurangi efek rumah kaca yang mengakibatkan pemanasan global dan meningginya permukaan laut. Semakin menipis koral, semakin panas pula suhu bumi. Selain hutan, tanaman air termasuk Terumbu karang juga sebagai penghasil oksigen yang sangat besar, jika terumbu karang ini rusak maka secara otomatis pemasok oksigen juga akan berkurang. Apa lagi saat ini kerusakan terumbu karang Indonesia terutama Indonesia bagian barat telah mencapai titik yang sangat memprihatinkan yaitu sekitar 75% laut Indonesia bagian timur telah kehilangan Terumbu karangnya.
Hilangnya terumbu karang maka derita besar akan kita rasakan, sekarang ini telah kita rasakan bersama akibat dari keerusakan terumbu yang berbentuk unik dan cantik tersebut, dimana iklim atau perkiraan datangnya musim penghujan dan mujim kemarau pada saat ini tidak bias diprediksi lagi. Hal ini sangat berbeda dengan 20 tahun silan dimana antara satu musim dengan musim yang lain ada batasan tertentu dan bias di perkirakan bahwan oleh orang awam sekalipun. Selain itu juga pemanasan global yang kita rasakan pada saat ini 56% disumbangkan oleh hilangnya terumbu karang di laut.
Solusi kerusakan lingkungan ini akan jadi salah satu topik terpenting yang akan dibahas enam kepala negara termasuk Indonesia dalam Coral Triangle Initiative Summit di World Ocean Conference di Manado, Sulawesi Utara, mulai 11 hingga 15 Mei 2009.(IRN/David Silahooij dan Anto Susanto).

D.Perbaikan terumbu karang di Indonesia.
Berkaitan dengan kondisi tadi Pusat Pengelolaan Terumbu Karang atau Coral Reef Information and Training Center (CRITC) COREMAP-LIPI menyelenggarakan Pelatihan Penulisan Popular dan Diseminasi Informasi di Jakarta beberapa waktu lalu. Acara ini diikuti perwakilan Staff CRITC dari beberapa daerah yang berlokasi di Batam, Natuna, Kepulauan Riau, Mentawai, Tapteng dan Nias.

Sebagai pusat informasi, CRITC mempunyai peran penting bagi pengambil keputusan untuk menentukan kebijakan pengelolaan terumbu karang di daerah dan juga untuk diketahui oleh masyarakat luas. Karena tanpa kesadaran masyarakat tentang dampak yang timbul bila terumbu karang itu rusak, sangat sulit untuk mengajak masyarakat untuk ikut serta di dalam mengelola terumbu karang di daerahnya.
CRITC menghadapi tantangan untuk melebarkan dan menyebarkan akses informasi kepada khalayak (stakeholder) yang berkepentingan terhadap pemanfaatan sumber daya laut dan terumbu karang secara berkelanjutan.
Karena itu jajaran staf CRITC daerah harus meningkatkan kapasitas diri untuk mampu menggubah berbagai data, informasi, laporan, temuan ilmiah serta informasi terkini dalam berbagai bentuk, berbagai media untuk berbagai jenis kalangan, termasuk menggubahnya menjadi karya tulis populer.
Informasi dapat disebar dalam bentuk produk-produk inovatif seperti leaflet, poster, brosur, permainan, CD ROM dan lain-lain. Tentunya dengan biaya yang seefisien mungkin.
Untuk masyarakat di sekitar garis pantai hendaknya memperhatikan langkah-langkah di bawah ini:
Terapkan prinsip 3 R (reduce-reuse-recycle) dan hemat energi. Terumbu karang adalah ekosistem yang sangat peka terhadap perubahan iklim. Kenaikan suhu sedikit saja dapat memicu pemutihan karang (coral bleaching). Mass coral bleaching dapat diikuti oleh kematian masal terumbu karang, seperti yang terjadi di hampir seluruh kawasan tropis 97-98, di Australia, 2002, dan di Karibia, 2006. Jadi apapun yang dapat kita lakukan untuk mengurangi dampak global warming, akan sangat membantu terumbu karang.
Buang sampah pada tempatnya. Hewan laut besar sering terkait pada sampah-sampah sehingga mengganggu gerakannya. Sampah plastik yang transparan diperkirakan kadang dimakan oleh penyu karena tampak seperti ubur-ubur. Sampah plastik ini akan mengganggu pencernaanya.
Apabila anda berlibur, pilih operator yang ramah lingkungan
Bergabung dengan mail-list-mail list lingkungan, bagi ilmu, pendapat, dan saling berdiskusi, ajak orang lain untuk terlibat, membangun trend dan gerakan hidup ramah lingkungan.
Bergabung dengan gerakan-gerakan sukarelawan, atau terlibat aktif dalam kegiatan lingkungan


BAB 3. PENUTUP

AKesimpulan
Kerusakan terumbu karang saat ini telah sampai pada titik yang memprihatinkan, dimana hal ini sangat berpengaruh bagi pendapatan nelayan. Rusaknya terumbu karang maka hilanglah beberapa spesien ikan dari daerah tersebut. Kerusakan terumbu karang ini disebabkan karena dua factor yaitu kerusakan secara langsung dan tidak langsung, baik itu karena factor alam maupun ulah tangan manusia. Kerusakan yang diakibatkan oleh factor alamiah adalah badai dasar laut yang dapat merusak karang secara permanen, penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak juga dengan bahan kimia (potas) sedangkan kerusakan yang karang secara tidak langsung terjadi karena penebangan hutan, banjir, pembuangan limbah keluarga ke laut, sedimentasi di laut dan masih banyak lagi.
Walaupun pemerintah dan berbagai kalangan pemerhati lingkungan telah banyak mengkampanyekan dampak buruk kerusakan terumbu karang kepada masyarakat namun hal ini belum mencapai titik terang dan masih banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya dengan menjual karang sebagai sumber perekonomian keluarga.

B.Saran
-Peran serta pemerintah dan masyarakat dalam menangani masalah lingkungan sangat dibutuhkan untuk menjaga kelestarian alam baik di darat maupun di laut sangat dibutuhkan.
-Perlu diberikan pendidikan/penyuluhan pada masyarakat di sekitar pantai agar lebih memahami tentang dampak kerusakan terumbu karang bagi masyarakat dan alam.
-Mengurangi illegal fhising yang terjadi di perairan Indonesia.

Reaksi: 

0 komentar:

Poskan Komentar

Mengenai Saya

Foto Saya
SINGKIL, NAD, Indonesia
SAYA ORANGNNYA SIMPLE DAN SELALU TERTARIK DENGAN HAL - HAL YANG BERBAU TEKNOLOGI DAN ILMU PENGTAHUAN. DAN SAYA TIDAK SUKA DENGAN KEKERASAN SERTA KEKEJAMAN. YANG PENTING MENURUT SAYA DAMAI ITU INDAH....

BERITA

Loading...